← Kembali ke Perpustakaan

Jejak Loczy di Bumi Boengkoe

👤 laskar to boengkoe 🏛️ Sejarah 📅 2026
👁️ 25 dilihat
Jejak Loczy di Bumi Boengkoe
Penulis / Sumber
laskar to boengkoe
Tahun
2026
Kategori
Sejarah

Pendahuluan

Sebelum tahun 1930, sebagian besar wilayah Sulawesi masih belum terpetakan secara geologis. Minat terhadap geologi Sulawesi, khususnya di Lengan Timur, relatif terlambat dibandingkan dengan bagian lain Hindia Belanda. Namun, pada akhir 1920-an, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) melakukan serangkaian survei geologi yang lebih menyeluruh di Lengan Timur Sulawesi, termasuk wilayah Bungku, yang menghasilkan pemahaman awal tentang struktur dan stratigrafi kompleks di daerah tersebut.
1. Ekspedisi Geologi L. von Loczy di Boengkoe Utara (1928-1934)

Salah satu kontribusi penting terhadap geologi Bungku berasal dari ahli geologi Hongaria, L. von Loczy. Pada Februari-Juli 1928, Von Loczy melakukan pekerjaan lapangan di daerah Sungai Bongka, yang mencakup wilayah Boengkoe Utara di bagian barat Lengan Timur Sulawesi. Hasil pekerjaannya kemudian dipublikasikan pada tahun 1934 dengan judul 'Geologi Boengkoe Utara dan daerah Bongka antara Teluk Tomini dan Teluk Tolo di Sulawesi Timur'.

Dalam penelitiannya, Von Loczy mengidentifikasi bahwa sekitar 70% dari daerah tersebut ditutupi oleh ofiolit, yang terdiri dari peridotit, serpentinit, dan gabro. Ia menafsirkan batuan ini sebagai terlipat di atas sedimen laut yang terlipat dari periode Trias hingga Tersier Bawah, dengan metamorfisme kontak lokal. Von Loczy juga memperluas pengetahuan tentang stratigrafi Mesozoikum laut terbuka di wilayah tersebut, yang mencakup batu gamping Noria akhir Trias setebal 300-500 meter yang kaya akan Misolia, batu gamping belemnite Jura akhir yang dalam, serta batu gamping pelagis Jura-Kapur berwarna putih dan merah. Selain itu, ia melaporkan adanya batu gamping Eosen Akhir yang terlipat kuat dengan Discocyclina dan Pellatispira, yang ditutupi oleh batu gamping Miosen. Formasi termuda yang diidentifikasi adalah Molase Celebes, setebal 1200 meter, dengan batu gamping Lepidocyclina Miosen Akhir di dekat dasarnya.

Analisis paleontologi sampel yang dikumpulkan oleh Von Loczy mencakup laporan tentang radiolaria Jura-Kapur Awal oleh Hojnos, foraminifera oleh Van der Vlerk, dan makrofosil Mesozoikum oleh Kutassy. Von Loczy, bersama dengan ahli geologi lain seperti E. Kundig dan H.A. Brouwer, menyimpulkan bahwa gaya struktural daerah tersebut menunjukkan lipatan gaya sabuk Alpine dari sedimen laut Mesozoikum-Tersier, yang terlipat dari Utara dan Barat oleh lembaran ultramafik yang besar. Interpretasi ini kemudian dipahami sebagai penutup sedimen yang terkelupas dari lempeng Banggai-Sula saat bertabrakan dengan (tersubduksi di bawah) Sulawesi Tengah. Beberapa kesimpulan Von Loczy diperdebatkan oleh Hetzel, Oostingh, dan Tan Sin Hok pada tahun 1935.



KESIMPULAN

Penelitian L. von Loczy di Boengkoe Utara dan daerah sekitarnya pada akhir 1920-an merupakan tonggak penting dalam pemahaman geologi Lengan Timur Sulawesi. Meskipun beberapa kesimpulannya diperdebatkan, karyanya memberikan dasar stratigrafi dan tektonik yang fundamental untuk wilayah yang sebelumnya kurang dieksplorasi ini, menyoroti kompleksitas geologi ofiolit dan sedimen laut di Bungku.

📚 Daftar Pustaka

  1. Van Gorsel, J.T. (Han), 2022. Investigasi Geologi Sulawesi (Celebes) Sebelum 1930. Sulawesi Berita Sedimentologi, V. 48(1) 79-113.
  2. Von Loczy, L., 1934. Geologi Boengkoe Utara dan daerah Bongka antara Teluk Tomini dan Teluk Tolo di Sulawesi Timur. Verhandelingen Geologisch - Mijnbouwkundig Genootschap Nederland Kol., Geol. Serie 10, hlm. 219 - 322.
🕌

Jadwal Imsakiyah

Ramadan 1447H — Morowali, Sulawesi Tengah

Aktifkan pengingat otomatis dengan suara bedug saat waktu Imsak & Buka Puasa tiba.